Minggu, 18 Januari 2009

HIMPUNAN ENTITAS LEMAH


Himpunan entitas lemah berisi entitas-entitas yang kemunculannya tergantung pada eksistensinya dalam sebuah relasi terhadap entitas lain (strong entity). Himpunan entitas yang demikian biasanya tidak memiliki atribut yang dapat berfungsi sebagai key, yang benar-benar dapat menjamin keunikan entitas di dalamnya.
SUB ENTITAS
Sub entitas merupakan himpunan entitas yang beranggotakan entitas-entitas yang merupakan bagian dari himpunan entitas yang lebih superior/utama. Sub entitas ini merupakan hasil dari dekomposisi (spesialisasi) himpunan entitas berdasarkan pengelompokan tertentu.
VARIAN RELASI
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas yang berbeda disebut sebagai relasi biner (binary relation), yang merupakan relasi yang paling sering umum di gunakan. Semua relasi yang ditunjukkan pada contoh-contoh sebelumnya merupakan contoh relasi biner. Namun demikian, ada kalanya kita juga menggunakan relasi yang hanya menggunakan relasi yang hanya melibatkan sebuah himpunan entitas atau lebih dari dua himpunan entitas.
1. Relasi tunggal (unary relation)
Relasi tunggal merupan relasi yang terjadi dari sebuah himpunan entitas ke himpunan entitas yang sama.
2. Relasi multi entitas (N-ary relation)
Relasi multi entitas merupakan relasi dari tiga himpunan entitas atau lebih. Bentuk relasi semacam ini sedapat mungkin dihindari, karena akan mengaburkan derajat relasi yang ada dalam relasi tersebut.
3. Relasi ganda (redundant relation)
Ada kalanya, relasi yang muncul antara dua himpunan entitas tidak hanya satu relasi, tetapi ada lebih dari satu relasi. Relasi demikian disebut relasi ganda.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar